“Wow……, jangan menjadi generasi yang marah” demikian kata seorang dosenku ketika aku masih kuliah di FKIP unlam. ketika itu aku mengkritik negeri ini yang sangat tidak ramah pada kemiskinan dan kemanusiaan. Ya… aku emosional ketika itu, mungkin darah muda generasi yang kecewa karena tidak pernah puas dengan kondisi kehidupannya sendiri yang tidak juga kunjung membaik. Kuliah dengan uang pas-pasan, kadang makan sekali sehari, bahkan 2 hari sekali, telat bayar kuliah, tidak punya motor, kalo jalan dijalan raya hanya bisa nyempil karena toarnya tidak ada (Banjarmasin bo….), terasa dihina dengan motor dan mobil mewah yang melibas angan dan impian, karena bukan kita pemiliknya. Ya….. aku marah, adil itu apa artinya ????????????. View full article »