Sebuah teori yang kuyakini dalan beberapa tahun ini terguncang. Teori yang mengatakan bahwa pemanasan global disebabkan oleh gas karbon yang dihasilkan manusia. Selama ini aku meyakini bahwa pemanasan global terjadi karena pola konsumsi energui manusia yang berlebihan, sehingga melampaui batas toleran yang bisa disandang bumi untuk menciptakan keseimbangannya.
Teori baru yang kubaca ini mengatakan bahwa mungkin saja pemanasan global tejadi karena memang harus terjadi. teori ini menyajikan sejarah bumi yang memperlihatkan grafik bahwa suhu dibumi memang memperlihatkan gejala fluktuatif. Mereka meyakin gas karbon yang ada dipermukaan bumi ini ada memang karena proses alam. Ingat bahwa ketika malam hari tumbuhan menhasilkan gas karbon, begitu juga lautan yang selama ini dianggap sebagi produsen oksigen untuk kehidupan bumi menyumbagkan gas karbon yang tidak sedikit.
Hanya saja dalam pemikiranku, masih ada lubang besar dalam teori ini. Kenapa proses meningkatnya karbon di udara bumi hanya berlangsung selama seratus tahun terkhir ini, sejak ketika pertama kali revolusi industri berkembang. Ketika manusia pertama kali menggunakan bahan bakar fosil untuk kepentingan energi. Dan tetap saja gas karbon penyebabnya, bukan….?
Terus terang imanku pada Al Gore mulai goyah ketika membaca ini, karena aku bekas mahasiswa sejarah yang pernah belajar tentang sejarah bumi secara sepintas. Berbagai teori tentang punahnya dinosaurus misalnya, mengingatkan aku bahwa mereka punah secara bertahap, mereka berbeda umur kimia secara signifikan. Teori bahwa meteor menghantam bumi yang kemudian menciptakan kepulan debu yang memusnahkan semua kehidupan didunia karena bumi tidak lagi bisa menerima cahaya matahari dan segala gas yang terbentuk olehnya. Kenapa tidak mati secara bersamaan tapi berurutan.
Fikiranku mengambang pada, apakah climate change hanya akal-akalan bahwa ini juga berhubungan dengan kepentingan bisnis mereka ? Misalnya kita terpengaruh pada keinginan mereka maka kita akan melarang orang lokal kita untuk menebang pohon dan sumber galian mineral milik mereka sendiri, yang boleh menebang pohon adalah orang yang memiliki ijin dari pemerintah kita yang telah secara terang-terangan patuh dan tunduk pada kuasa modal. Maka kemudian orangn lokal yang hanya berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya dikejar-kejar dengan tuduhan maling. Dengan segala alasan, ya hutan lindung lah…, suaka margasatwalah…., hutan taman raya…., dan silahkan sebutkan sendiri nama-nama lainya, yang pemodal boleh masuk (ingat tentang 13 perusahaan tambang yang boleh menambang dihutan lindung), sedang masyarakat sekitarnya akan dipenjara atau minimal bayar suap pada polisi agar bisa tetap bebas, hanya karena memotong kayu untuk membuat pelataran rumahnya.
Yang juga mengganggu fikiranku adalah, mereka tetap menyarankan untuk tetap saja mengekploitasi bumi ini. Faktanya, apakah berhubungan dengan climate change atau tidak, dengan pengambilan sumber daya alam ini, kepentingan orang lokal dan masyrakat adat terganggu. Perjalanan yang kulakukan sebagai seorang MAPALA pada masa kuliahku membuktikan hal ini. Banyak masyarakat adat yang bingun, karena sumber air mereka yang kotor dan tercemar misalnya, atau penyakit yang mereka tidak tau apa tiba-tiba menyerang mereka. pertanyaan kemudian pentingkah alasan climate change untuk kita menghentikan ini, sebelum semakin banyak orang yang menjadi korban. Hanya agar orang kota yang meyakini mereka butuh energi untuk hidup, bisa tetap memuaskan nafsunya, sementara orang desa dan masyrakatat adat terkorbankan. Silakan cek, buku yang direview harian KOMPAS, kalau tidak salah minggu 1 juni 2008, atau : http://afatih.wordpress.com
0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.
Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.