iqbal’s Weblog

Hukum Picak

Juli 7, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

kesadaran akan hukum awalnya adalah kesadaran untuk menjaga saling terjaminnya kepentingan bersama. orang mematuhi dengan semangat untuk menjaga kemaslahatan secara sosial. kemudian perangkat hukumnya tercipta, karena ada beberapa orang yang tidak sepakat dengan sebagian bersar orang lainya. atas nama kepentingan mayoritas maka ketidak sepakatan minoritas harus diabaikan. lalu perangkat hukum harus mempunyai kuasa atas kontrolnnya, maka diberilah ia mandat oleh konstituenya, dengan kemampuan menghukum yang lebih atas para pelanggar, sekaligus juga kemudian perangkat lainyya tercipta. secara perlahan dalam kurun bergenerasi yang sudah melembaga, kepatuhan masyarakat berubah dari kesadaran akan kepentingan bersama menjadi ketakutan akan lembaga hukum yang memegang kuasa atas peraturan itu (bukan sekedar polisi, termasuk yang saya maksud disini adalah semua aparat negara dari para pembuat UUD sampai juru tulis di RT), atas segala ancaman. sebagian pemegang lembaga hukum melihat ini sebagai kesempatan yang bisa digunakan untuk memenuhi kepentingan pribadinya, uang yang tadinya sekedar simbol nilai barang menjadi tuhan atas segala urusan yang dilakukan berhubungan dengan aparat negara ini. bikin KTP aja harus pakai pelancar (baca: suap). ketika keharusan dan ketakutan di kombinasikan, maka rasa yang dihasilkan adalah wangi duit dan madu penghianatan atas amanah. sikap mental oportunistik yang sejak dalam kandungan sudah ada pada manusia, di indonesia ini seakan dipupuk oleh contoh-contoh yang berikan aparatnya, sehingga korupsi menjalar bahkan sampai pada makelar angkot. inilah penyakit endemik yang ada pada kita, hukum dipandang dengan ketakutan dan keharusan yang bersipat sangat kaku, sehingga orang melakukan apa saja termasuk menyuap agar bisa terliahat bersih dimata hukum kita yang picak ini.

mungkinkah kita sedang menuju sebuah keruntuhan dan kehancuran untuk menegasikannya kedalam semangat yang lebih baru. karena kesadaran kita harus selalu terbangun dari sebuah tragedi. karena ternya tidak semua orang yang ada didunia ini bisa menjadi pintar, dalam artian paham. dan lebih parah lagi mereka juga tidak ingin menjadi pintar, ditambah dengan kepintaran kadang dimonopoli oleh beberapa orang saja yang kesannya tida ingin membaginya (mungkin lo ya…).

maka bersiap lah bagi kita semua, perang sebentar lagi akan pecah, tidak oleh apapun serbabnya selain kesalah fahaman, karena kita berebut makan dan tempat yang layak di mata picak sang hukum. aparat negara itulah simbol hukum, dan merekalah yang akan memicu perang ini, dengan atau tidak menyalahkan orang lain.

Kategori: Uncategorized

0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.