iqbal’s Weblog

About_me

Pada awalnya aku adalah pendengar dangdut, kemudian jatuh cinta pada iwan fals. Lalu menemukan slank pada gelora muda seorang bocah yang tidak puas pada kehidupan rumah yang mengekang. Berpikir bahwa rambut gondrong itu gagah, celana robek adalah lambang kekuatan, bersikap acuh adalah sesuatu yang indah, masa bodoh dengan kalian yang tidak mengerti kami.

Aku kemudian menyadari aku juga ternyata jatuh cinta pada maskulinitas jalanan itu, dan berjalan bersamanya dalam kehidupan remajaku. Jalan itu mengarah pada rock’n roll, maka explorasi pada rock’n roll kumulailah. Mendengarkan Iwan fals,rock’n roll, Punk, Underground dan semua lirik dan musik yang berhubungan dengan teriakan kekecewaan akan hidup, akhirnya mempengaruhi pandangan hidup, politik, budaya, dan psikologisku, mungkin, aku menjadi sinis. Semua itu kemudian membuatku bermimpi menjadi seorang vakalis group band.

Kenapa vokalis? Jangan kau kira aku pandai memainkan alat musik, satupun alat musik tidak aku kuasai, walaupun kukatakan aku telah jatuh cinta pada musik, aku jatuh cinta pada diksi dan bunyi itu saja. maka satu-satunya peluangku seandainya menjadi musisi adalah menjadi vokalis (itu juga belum kesampaian). Mimpi itu juga yang membawaku kuliah ke Banjarmasin, aku berharap di banjarmasin akan banyak peluang, dan ya… memang banyak, tapi ironisnya adalah tidak ada usaha apapun yang kulakukan untuk masuk kedalam lingkungan musisi. Aku malah bergabung dengan orang-orang yang melambangkan cinta keduaku, maskulinitas jalanan. Dari lingkungan itu kemudian aku menemukan cinta ketigaku, Bob Marley. SMA aku pernah mendengar lagu No Woman No Cry-nya.

Bagiku Bob Marley adalah seorang jenius yang menulis lirik-lirik yang begitu hebat, dan kepercayaannya, bahwa penyakit sosial manusia bisa disembuhkan dengan musik, membuatku juga bermimpi, bahwa cinta-lah yang akan membawa manusia pada kedamaiaan dimuka bumi Allah ini. Jadilah aku yang sekarang seorang idealis yang gagap, yang percaya pada egaliterianisme, tapi juga dihadapkan pada kenyataan bahwa kita di paksa oleh kuasa modal untuk mengakui keinginan sebagai kebutuhan. Dan… aku benci slank yang sekarang, mereka sudah terkooptasi oleh kepentingan pribadi dan meninggalkan idealisme di sudut kamar mandi.

Kau tau arti Tuccha pada nama blog ini, maaf bukan bermaksud menggurui, aku hanya merasa perlu mengatakannya. Tuccha berarti kosong, dalam bahasa sansekerta. Dalam kebudayaan masyarakat jawa kuna, maka itu berarti adalah golongan terbawah yang dianggap sepi atau orang-orang haram,tidak berguna, bahkan merugikan masyarakat. Kau tahu, jiwa itu masih kita anut sampai sekarang, ketika kita mengaku tidak lagi sebuah negara kuna. ketika ada orang yang berbeda dengan kita, maka kita membuat batas antara kita dan mereka, dan menganggap diri kita lah yang paling tinggi. Aku hanya ingin menjadi tuccha yang bukan tuccha.

blogsku yang lain :
- http://www.iqbalkbu.blogspot.com
- http://orangsantai.blogs.friendster.com/have_fun
- http://ontel.0fees.net (yang ini masih uji coba, coba2 bikin web :) )

1 Komentar

1 response so far ↓

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.